Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

SERBA-SERBI KULIAH DI UNIVERSITAS AL-AZHAR

Written By Anonim on Jumat, 09 September 2011 | 00.32


SERBA-SERBI KULIAH DI UNIVERSITAS AL-AZHAR - Al-Azhar pada khususnya, dan Mesir pada umumnya, tidak seindah yang kita bayangkan. begitu juga sebaliknya, tidak seseram yang kita bayangkan. Manis pahit kehidupan pasti akan dirasakan oleh setiap mahasiswa yang kuliah di sini. Baik dari segi akademis maupun dari segi kehidupan sehari-hari.
Mesir, khususnya Al-Azhar menyimpan khazanah keilmuan yang sangat melimpah. Maka sangat wajar jika Al-Azhar selalu diminati oleh setiap orang dari berbagai negara. Menurut data statistik yang ada, mahasiswa Indonesia saja yang kuliah di Mesir mencapai angka 5000 orang, dengan prosentase sekitar 90% kuliah di Al-Azhar, sedangkan sisasanya kuliah di universitas lainnya, seperti Universitas Kairo (Cairo University), Universitas Ainun Syams (Ainun Syams University), Universitas Zamalek, dan universitas lainnya.
Selain itu juga, negara Mesir sering disebut sebagai gudangnya ilmu, karena memang di Mesir berbagai cabang ilmu ada, bahkan referensi berbentuk literature sangat banyak. Dari mulai aliran kanan sampai aliran kiri, berkembang disini. Bahkan pergerakanpun sangat beragam. Dari mulai gerakan Ikhwanul Muslimin, Anshor Sunnah, JT, HT, salafi, sampai orang liberalpun banyak. Dan tokoh-tokohnyapun selalu giat menyebarkan pemahamannya. Seperti Ust. Muhammad mahdi Akif (dari IM), DR. Hasan Hanafi (tokoh yang pemikirannya liberal), Syekh Hassan Ayuub, dll.
Okey, biar tulisan ini mengarah, diuraikan sedikit kondisi Mesir, kemudian realitas universitas al-azhar . Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan gambaran singkat kepada teman-teman semuanya mengenai kondisi disini. Terutama bagi teman-teman yang berminat untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Al-Azhar. Setelah membaca informasi ini, setidaknya teman-teman tidak terlalu kaget dan tidak terlalu membayangkan yang bukan-bukan mengenai kondisi disini. Karena terkadang camaba (calon mahasiswa baru), selalu membayangkan yang enak-enaknya saja. Padahal dimanapun kita berada, kita pasti akan menemui kesenangan dan kesusahan. Hal ini sudah menjadi fitrah manusia, yang akan selalu Allah uji dengan kesenangan, kelaparan, kurangnya harta, dll (QS. Al-Baqarah: 155).
Kondisi Sosisal Dan Fisik Negara Mesir
Mesir adalah kota kuno yang menyimpan sejarah kebudayaan yang unik. Sejak zaman Firaun, penjajahan Romawi, Yunani, Inggris, sampai sekarang. Bahkan sebagai saksi bisu kebudayaan dulu, masih hidup sampai sekarang, terbukti dengan masih kokohnya bangunan pyramid, bersihnya sungai nil, kuil-kuil para raja firaun di Luxor, dan lain-lain.
Sekarang ini dari segi militer, Mesir tercatat sebagai negara yang paling kuat ketiga di timur tengah setelah Israel, dan Syiria. Bahkan menjadi negara terkuat dari segi militer di kawasan benua Afrika.
Dari segi sosial kebudayaan, Mesir mempunyai peran sosial yang unik sekali. Pada umumnya Mesir memiliki watak arab yang kuat, yaitu keras dan tegas, yang berbeda 180 derajat dengan Indonesia. Sebagai contoh, para Masyayikh (jamak dari kata syaikh) ketika ceramah, sangat jarang menggunakan gaya humor. Dalam penyampainnya keras dan tegas. Berbeda dengan di Indonesia, kalau ceramah tanpa ada humor-humor ringan, terasa sangat kaku sekali.
Selain itu juga, dari sosialnya yang unik, banyak hal yang mesti kita tiru. Diantaranya, orang Mesir memiliki sifat pemaaf dan bukan pendendam. Ketika ada masalah hari itu, biasanya si Mesir langsung menyelesaikan masalah hari itu juga. Dan dalam bertengkar pun, hanya dimulut saja, dan tidak berani sampai adu jotos. Setelah selesai masalah, besoknya ketika bertemu, biasa-biasa saja kayak orang yang tidak pernah terjadi masalah apa-apa. Sebagai contoh ketika naik bis. Ketika mobilnya tersenggol oleh mobil lain, si sopir biasanya langsung berhenti kemudian bertengkar habis-habisan. Tapi uniknya bertengkar hanya sebatas mulut saja, tidak sampai menggunakan fisik. setelah capek ngomong, baru mereka saling maaf memaafkan. Bahkan yang paling parah, adalah ketika ada yang tertabrak, jurus ampuh si Mesir yang selalu keluar yaitu hanya dengan menggunakan kata Ma’alaisy (artinya maaf!), setelah itu pergi, kayak orang tanpa dosa. Dan urusanpun selesai.
Sifat lain yang harus diambil pelajaran adalah sifat tawadhu. Banyak si mesir yang kaya raya, tetapi ketika keluar rumah tidak menampakkan kekayaannnya secara berlebihan. Bahkan di kampus, banyak dosen-dosen yang kaya raya, tetapi mereka kelihatan asyik-asyik aja ketika bergelantungan, berdesak-desakan dengan mahasiswa naik bis setingkat bis Damri di Indoensia. Atau hanya naik taksi butut.Bahkan kalau bawa mobilpun, tidak sekeren BMW, atau mobil mewah lainnya. Jadi kesan yang ditangkap adalah subtansi dari sesuatu, misalkan naik mobil, yang penting sampai tujuan dengan selamat. Tidak masalah naik mobil butut, atau yang bagus. Bahkan setelah diperhatikan sebagus mobil si Mesir, pasti ada satu atau dua goresan-goresan kawat atau lainnya diluar.
Sifat lainnya adalah sifat kasih sayang terhadap sesama. Banyak orang kaya yang ngerti agama (muhsinîn). Mereka selalu menaruh perhatian terhadap warga asing yang sedang belajar ilmu agama. Banyak orang-orang mesir yang tidak tanggung-tanggung membantu kesulitan para mahasiswa dari berbagai negara, terutama membantu masalah finansialnya. Apalagi ketika bulan ramadhan, hal biasa yang mereka lakukan adalah memberikan bantuan kepada para mahasiswa. Baik berupa uang ataupun makanan pokok. Bahkan Saking hormatnya kepada para pencari ilmu (thullab), dalam memberikan bantuan pun, mereka selalu mendahulukan para mahasiswa daripada para masakin dan fuqara Mesir. Hal itu menunjukan bahwa mereka sangat mementingkan masalah pendidikan, apalagi yang belajar permasalahan agama.
Sebagai manusia, selain ada kelebihan orang Mesir pun memiliki kekurangan. Diantaranya, dari segi kekerabatan. kalau di kota setingkat kairo, yang sudah menjadi kota metropolitan, orang mesir sudah “terjangkit penyakit” individualisme. Meskipun satu apartemen, tetapi dengan tetangganya sangat jauh alias tidak akrab. Berbeda di provinsi-provinsi lain, seperti di tafahan, zaqaziq, dan thanta, kekerabatan mereka lumayan kental.
Selain itu juga, orang mesir ingin menang sendiri (egois). Terutama terhadap orang asing. Akibat dari sifat ini adalah orang mesir tidak segan-segan untuk menipu, atau ingkar janji terhadap orang asing. Contohnya, ketika hendak nyewa rumah. Si penyewa rumah untuk bulan pertama harus membayar sewa rumah, juga ta’min (asuransi) yang harganya sebanding dengan harga rumah. Dan biasanya uang ta’min ini akan kembali ketika kita mau pindah rumah. Dan itu pun kalau di rumah sewaannya tidak terdapat kerusakan apapun. Kalau terdapat kerusakan maka uang ta’min tidak akan kembali, karena uangnya habis untuk membayar perbaikan rumah. Tetapi pada kenyataannya terkadang ‘si Mesir’ ingkar janji. Uang ta’min tidak dikembalikan, walaupun dirumah tidak ada kerusakan apapun. Dalam kondisi seperti ini, ‘si mesir’ selalu mengada-ngada menginventarisir barang-barang yang rusak, padahal pada kenyataanya tidak ada kerusakan apapun.
Jadi kehidupan di mesir itu, selalu mendapatkan kehidupan yang terbalik. ketika bertemu dengan orang yang baik, maka apapun urusannya selama dia mampu, akan dibantu (bageur pisan). Tetapi ketika bertemu dengan orang yang jahat, kikir, mental maling, maka kita akan menjadi calon korban kejahatannya (jahat pisan). Maka dalam setiap bergaul dengan orang mesir, harus benar-benar selektif. Sangat beruntung punya teman orang mesir yang baik hati.
Begitulah sifat orang mesir. Watak-watak fir’aun dan watak Nabi Musa selalu menghiasi lingkungan mesir. Oleh karena itu waspadalah!! (kayak bang napi aja…)
Dari segi bangunan fisik, Mesir adalah negara kotor, semrawut, dan jorok. Bangunan-bangungan rumah orang-orang mesir, termasuk yang kita tinggali, diluar keliatan kotor, karena warna bangunan kebanyakan warna debu, meskipun ada bangunan yang berwarna bagus, harus dicat tiap tahun. Tapi itu luarnya saja, karena didalam rumahnya lumayan bagus. Maka untuk membedakan orang kaya dengan yang lainnya terlihat ketika kita masuk kedalam rumahnya. Kalau dilihat dari luar, tampak sama.
Sekelas universitas al-azhar saja, kotornya bukan main. Dan itu hampir merata diseluruh mesir, apalagi kalau berkunjung ke provinsi lain diluar kairo, semisal tafahna al-asyraaf, zaqaziq, mansurah, dimyath, dan lain-lainnya. Yang jelas kalau kita hidup mengandalkan fisiknya saja, maka mesir adalah tempat yang sangat menjemukan. Afwan, saya bukan bermaksud untuk menjelek-jelekan Mesir, tetapi apa yang saya sebutkan diatas adalah realitas yang harus dihadapi, terutama bagi teman-teman yang ingin melanjutkan kuliahnya di Universitas Al-Azhar. Karena banyak juga mahasiswa baru disini, ketika datang ke mesir, langsung down, semangatnya menurun, karena melihat banguna fisik yang tidak teratur. Karena mungkin ketika di Indonesia membayangkan mesir, seperti surga. Hal itu sangat wajar sekali dan pasti di alami oleh setiap mahasiswa baru yang datang ke mesir, termasuk saya pribadi. Tetapi sebagai mahasiswa harus berfikir juga, apakah keberhasilan seseorang selalu ditunjang oleh bangunan fisik?? Ternyata tidak! buktinya Universitas Al-Azhar yang kotor dan jorok secara fisik, tetapi telah melahirkan para ulama yang keilmuannya sangat luas sekali dan tidak diragukan. Sebut misalnya para alumni universitas Al-Azhar, DR. Yusuf Qaradawi, Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rasyid Ridho, Prof. DR. Ali Jum’ah, Prof. DR. Ali Sayyid Tanthowi, Prof. DR. Umar Hasyim, Prof. DR. Quraisy Shihab, DR. Surahman Hidayat, dll.
Dengan melihat kondisi tersebut, bagi yang ingin kuliah disini, harus menyiapkan mental yang kuat. Karena pepatah arab yang sangat terkenal yang berbunyi “Apabila kita tidak mampu menaklukan Kairo, maka kita yang akan ditaklukan oleh kairo”, itu sangat terbukti sekali. Kalau anda tidak percaya, silahkan datang ke mesir untuk mencicipi kondisi objektif Mesir!
Kondisi Objektif Kampus ‘Berdebu’ Universitas Al-Azhar
Banyak hal yang sering dirasakan oleh mahasiswa disini. misalnya dalam hal akademis. bagi mahasiswa yang basic bahasa arabnya lemah, pasti akan merasakan kesulitan ketika baca diktat kuliah. apalagi ketika mendengarkan penjelasan duktur(dosen) yang menggunakan bahasa arab ammiyah, semakin komplitlah kesulitan dalam hal akademis.
tetapi hal itu bisa disiasati, dengan bimbel (bimbingan belajar) misalnya, atau dengan kursus bahasa arab, baik melalaui lembaga-lembaga resmi di mesir, atau melalui otodidak.
yang jelas, bagi calon mahasiswa yang basic bahasa arabnya lemah, ketika tiba di mesir, harus berazam kuat untuk menguasai bahasa arab. Sebab ketika kita sudah mampu berbahasa arab, maka akan mudah pula untuk menguasai berbagai ilmu yang diberikan oleh Al-Azhar.
berbeda dengan calon mahasiswa yang basic bahasa arabnya kuat. mereka tidak akan terlalau kesulitan dalam memahami diktat kuliah. hanya mungkin beradaptasi dalam bahasa arab ammiyah saja. dan beradaptasi dengan bahasa arab ammiyah pun akan terasa mudah, jika bahasa arab fushanya lumayan bagus. karena perbedaan bahasa arab fusha dengan ammiyah banyak pada pengucapan kalimat. meskipun ada kosakata lain berbahasa ammiyah yang sering dipakai.
Sebagai contoh, kata masjid (مسجد ( biasanya dibaca masgid (dengan huruf ghin). Kata shôim ((صائم dibaca shoyim (hamzah diganti dengan huruf ‘ya’). Dan banyak lagi contoh lainnya. Yang jelas, ketika penggunaan bahasa arab ammiyah, pada umumnya menggunakan kosa kata bahasa arab fusha, namun berbeda ketika pengucapannya saja. Meskipun ada kosa kata tersendiri yang sering digunakan dalam kehidupan sehari hari, tapi tidak banyak. Contoh, kata apa kabar dalam bahasa arab fusha, menggunakan kata ((كيف حالك؟, tetapi dalam bahasa arab ammiyah menggunakan kata Izayyak ((ازيك؟. Dan contoh lainnya. insya allah kuncinya adalah ketika kita sudah memiliki basic bahasa arab yang lumayan kuat, maka dengan sering bergaul dengan orang mesir, meskipun nggak belajar bahasa arab ammiyah, insya allah akan mudah menguasainya. Kalau sebaliknya, kita belajar bahasa arab, dimulai dengan mempelajarai bahasa arab ammiyah dulu, maka akan kesulitan ketika mengguanakan bahasa arab fusha. Karena perbedaan mendasar lain dari kedua bahasa tersebut adalah penggunaan tata bahasa. Dalam bahasa arab ammiyah tidak mengenal tatabahasa yang sesuai dengan nahwu sharf, sedangkan dalam bahasa arab fusha, harus patuh pada tata bahasa arab fusha (sesuai nahwu dan sharaf).
Selain itu juga yang sering dirasakan oleh mahasiswa adalah masalah komputerisasi yang mungkin sudah mulai membudaya di indonesia. Disini pada umumnya segala administrasi tidak menggunakan komputer, tetapi masih manual menggunakan tulisan tangan. Mungkin hanya beberapa bagian saja dalam satu instansi menggunakan komputer. dari mulai surat rekomendasi , kartu kuliah, urusan di kantor imigrasi, semuanya menggunakan tulisan tangan. Mungkin bagi yang pernah kuliah di indonesia, hal ini menjadi bahan tawa (sangat ironis). Setinggi dan setua universitas al-azhar ternyata tidak menggunakan sistem komputerisasi!. Tetapi uniknya meskipun manual, untuk penjagaan arsip/dokumen, sangat rapi dan terjagakeamannnya. Bahkan ketika mencari berkaspun sangat cepat sekali. Dan memang ketika ditanya, mengapa tidak menggunakan komputer, jawabannya karena takut hilang.
Kemudian budaya thabur (ngantri) adalah pemandangan biasa yang selalu dilihat di kampus. Baik itu ketika ngurus kartu kuliah, atau urusan-urusan lainnya yang berkaitan dengan pihak universitas. Ditambah lagi thabur tidak hanya dengan orang indonesia saja, tetapi dengan seluruh negara lain yang postur tubuhnya besar. Karenanya bagi orang Indoenesia yang tubuhnya kecil, harus berjuang keras ketika berdesakkan dengan orang lain. Berdasarkan realitas seperti itu, mahasiswa baru Indonesia yang kuliah di al-azhar tidak perlu ada ospek buatan oleh senat mahasiswa, karena mahasiswa Indonesia-Mesir akan selalu mengalami ospek alami yang tidak di buat-buat. Oleh karena itu kita harus benar-benar memiliki mental yang kuat dan tidak mudah putus asa, karena ujian akan selalu menghampiri kita. Kesimpulannya mental kita harus siap ketika diuji dengan kesenangan, pun harus siap ketika diuji dengan kesedihan.
Kemudian sistem yang diberlakukan di Universitas Al-azhar tidak menggunakan sistem absensi. Meskipun tidak hadir setiap hari ketika proses belajar mengajar (muhadharah), insya allah bisa najah (lulus) naik tingkat, dengan syarat bisa ngisi soal-soal ujian. Tetapi tetap ada sebagian dosen yang mensyaratkan kehadiran 75%, kalau kurang dari itu tidak bisa mengikuti ujian kenaikan tingkat. Oleh karena itu dengan sistem yang ada, mahasiswa Indonesia biasanya banyak yang aktif di luar kampus. Baik itu aktif di organisasi kajian, organisasi afiliatif, organisasi almamater, bahkan banyak teman-teman yang lain yang aktif talaqi, dan lain sebagainya. Maka tidak salah sebutan sebagian orang kepada mahasiswa Al-Azhar, dengan sebutan ‘mahasiswa tanpa kampus’. Karena memang tidak ada sistem absensi tadi.
Selain itu juga, sistem belajar mengajar di Al-Azhar menggunakan metode ceramah dan tidak ada metode diskusi, apalagi tugas-tugas pembuatan makalah –kecuali sebagian kecil saja. Maka imbas dari sistem yang diberikan Al-Azhar adalah banyak mahasiswa al-azhar yang kurang pandai dalam menulis. Dengan melihat realitas tersebut, Pak Dien (panggilan Prof. Dr. Dien Syamsudin, MA –ketika kunjungannya ke Mesir) membandingkan kemampuan ilmiyah mahasiswa Timur Tengah (termasuk Al-Azhar) dengan mahasiswa Eropa, dengan ungkapan “mahasiswa Timur Tengah kaya akan materi, sedangkan mahasiswa Eropa kaya akan metodologi”.
Selanjutnya Sistem lain yang diberlakukan oleh al-azhar adalah sistem kenaikan tingkat, bukan sistem SKS (Satuan Kredit semester). Dimana sistem ini, ketika mahasiswa memiliki sedikitnya 3 mata kuliah (maddah) nilainya kurang (dha’ifatau dhaif jiddan), maka mahasiswa tersebut tidak diperkenankan untuk naik ke tingkat selanjutnya (alias rasib/tidak lulus), tapi harus ngulang ditingkat yang sama dengan memepelajari hanya mata kuliah yang nilainya kurang. Berbeda dengan di Indonesia yang menggunakan sistem SKS, ketika ada mata kuliah yang nilainya kurang, maka statusnya sama dengan yang memiliki nilai yang tinggi, dengan bisa mengikuti jenjang selanjutnya, tetapi mata kuliah yang kurang tadi, menjadi hutang dia untuk diperbaiki.
Kefakultasan Di Universitas Al-Azhar
Adapun fakultas dan jurusan yang ada di al-azhar sangat banyak sekali. Dari segi kefakultasan, Al-Azhar membagi menjadi dua, yaitu ilmi dan adabi. Hal ini dimaksudkan untuk mengikuti perkembangan zaman. Selain itu juga kefakultasan dibagi menjadi dua; putra dan putri.
Kefakultasan untuk putra dalam kategori ilmy, termasuk didalamnya, Fakultas Kedokteran, Perniagaan, Pertanian, Bahasa dan Terjemah, Ekonomi, Pendidikan, Teknik, Farmasi, Kedokteran gigi, dan Fakultas Eksakta (sains).
Adapun dari segi adaby adalah pertama, Fakultas Ushuludin yang mencakup jurusan tafsir, hadis, filsafat, dan dakwah. Semuanya ditempuh dalam waktu 4 tahun.Kedua, Fakultas Syariah wal Qanun, yang mencakup jurusan syariah islamiyah (jenjang pendidikan 4 tahun), dan jurusan syariah wal qanun (jenjeng pendidikan 5 tahun). Ketiga, fakultas bahasa arab, yang mencakup jurusan umum (lughah arabiyah dan adab), jurusan sejarah dan peradaban, jurusan jurnalistik dan publikasi. Semuanya ditempuh dalam waktu 4 tahun. Keempat, Fakultas Studi Islam (jenjang pendidikan selama 4 tahun). Kelima, Fakultas Dakwah Islamiyah (jenjang pendidikan 4 tahun).
Kefakultasan adabi dan ilmi untuk putri tidak kalah banyaknya. Dalam kategori adaby hanya ada satu fakultas yaitu fakultas studi islam dan bahasa arab, yang mencakup jurusan syariah islamiyah, syariah wal qanun, ushuludin, yang dibagi lagi menjadi tiga cabang, yaitu tafsir dan ulumul quran, hadist dan ulumul hadis, aqidah dan filsafat, dan jurusan bahasa arab dan adab. Untuk masa studi sama dengan putra.
Untuk kefakultasan dalam kategori ilmi untuk putri yaitu fakultas farmasi, ekonomi, kedokteran, eksakta, dan fakultas studi kemanusiaan, yang memiliki beberapa bidang, yaitu:
a. bidang humaniora, dibagi menjadi jurusan sosiologi, ilmu jiwa, sejarah dan geografi.
b. bidang bahasa eropa dan terjemah langsung, yang mencakup jurusan bahasa inggris dan terjemah, bahasa prancis dan terjemah, bidang bahasa timur (bahasa persia dan ibrani), bidang tarbiyah, bidang manuskrip, perpustakaan dan informasi. Adapun jenjang pendidikan ditempuh dalam 4 tahun, dengan gelar “Licence (Lc)”.
Universitas Al-Azhar tidak hanya berpusat di daerah kairo saja. Tetapi terdapat banyak cabang di luar kairo, yaitu diantaranya:
A. untuk putra
1. fakultas ushuludin dan dakwah, juga fakultas bahasa arab di zaqaziq
2. faklutas ushuludin dan dakwah, juga fakultas syariah dan qonun di tantha
3. fakultas ushuludin dan dakwah, juga fakultas bahasa arab di Manshurah
4. fakultas ushuludin dan dakwah, juga fakultas bahasa arab di syibin el-koum
5. fakultas syariah dan qanun, juga bahasa arab di damanhur
6. fakultas studi islam dan bahasa arab di dimyath
7. fakultas quranul karim dan ilmu qiroat di thanta
8. faklutas syariah dan qanun di daqahliyah
9. fakltas ushuludin dan dakwah, fakultas syariah dan qonun, fakultas ‘ulum (sains), fakultas kedokteran, fakultas farmasi, fakultas bahasa arab di Assyut
10. faklutas studi islam dan bahasa arab di Qena
11. fakultas bahasa arab di Garga
12. fakultas studi islam dan bahasa arab di Aswan
B. Untuk putri
1. fakultas studi islam dan bahasa arab di iskandariyah
2. fakultas studi islam dan bahasa arab di manshurah
3. fakultas ekonomi rumah tangga di thanta
4. kulliyantul banat di assyut
5. fakultas studi islam dan bahasa arab di suhag.
Aktifitas Ekstrakurikuler Mahasiswa Al-Azhar
Mahasiswa memiliki peran yang sangat berarti dalam setiap pergerakan. Terbukti zaman orde lama bisa tumbang karena jasa para mahasiswa, pun orde baru tumbang atas jasa mahasiswa, serta bukti-bukti lainnya. Maka tidak heran jika mahasiswa selalu identik dengan pergerakan. Begitu juga dengan mahasiswa Al-Azhar, karena organisasi kemahasiswaan di kampus tidak melibatkan mahasiswa asing, maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka mahasiswa asing memiliki kendaraan organisasi masing-masing. Dalam hal ini mahasiswa Indonesia pun memiliki organisasi, yang terhimpun dalam PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia), yang menjadi organisasi induk mahasiswa. Sedangkan dibawahnya terdapat organisasi kekeluargaan, seperti KPMJB (Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat), KMB (Keluarga Masyarakat Banten), FOSGAMA (Forum Silaturahmi Keluarga Maadura) HMM (Himpunan Mahasiswa Medan), dan organisasi kekeluargaan lainnya, dimana setiap provinsi di indonesia memiliki organisasi kekeluargaan.
Selain itu juga ada senat mahasiswa, yang mencakup senat ushuludin, syariah, dirasat islamiyah, dan bahasa arab. Kemudin organisasi kajian, yang mengkaji berbagai cabang ilmu seperti ekonomi (PAKEIS), ilmu hadis, tafsir (FORDIAN), pemikiran kontemporer (MIZAN), dakwah dan pendidikan (IBADURRAHMAN), tulis-menulis (FLP dan Msi) dan yang lainnya.
Selain organisasi diatas, terdapat pula organisasi afiliatif, yaitu organisasi yang menginduk kepada organisasi masyarakat yang ada di Indonesia. Seperti Pwk. Persis (Perwakilan persatuan islam), PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah), PCINU (Pimpinan Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama), PCI Al-Washiliyyah (Pimpinan Cabang Istimewa Al-Washiliyah), PWI. PII (Perwakilan Wilayah Istimewa Pelajar Islam Indonesia) dan ICMI Orsat Kairo.
Tujuan adanya organisasi-organisasi diatas, tidak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa dalam bidang skill dan spesisalisasi keilmuan mereka. Di bangku kuliah tidak dibebankan membuat makalah, maka dengan aktif di organisasi kajian akan terpacu untuk membuat makalah. Di bangku kuliah secara organisasi tidak melibatkan mahasiswa asing, maka dibuatlah organisasi-organisasi pergerakan, sebagai pembelajaran bagi mereka yang suka aktif di organisasi pergerakan.
Dengan kondisi tersebut, orang-orang menyebut Mesir adalah miniatur Indonesia. Karena saking banyaknya organisasi yang didirikan mahasiswa, juga kultur yang ada hampir mirip dengan kondisi indonesia secara global.
Biaya Operasional Bulanan dan Tahunan
Untuk biaya hidup di mesir tidak memakan biaya banyak. Untuk sewa kos dan makan perbulan bisa mencapai Le. 200 (200 Pound), ongkos kuliah perbualan 30 pound. Jadi biaya pokok yang diperlukan perbulan sekitar 230 pound ditambah biaya tak terduga. Biaya tersebut belum termasuk biaya beli buku (bagi yang ingin membeli buku).
Adapun biaya tahunan yang mesti dikeluarkan untuk membayar adiministrasi di kampus kurang lebih sebesar Le. 265 (265 pound). Dengan rincian membuat kartu kuliah sebesar 65 tahun, membeli diktat kuliah sekitar 200 pound. Ditambah lagi untuk perpanjangan visa di kantor Imigrasi sebesar 11 pound. Untuk mengetahui nilai uang dalam bentuk rupiah tinggal dikalikan saja dengan angka 1700, karena selisih rupiah atas pound sebesar Rp.1700,- . kalau kita hitung biaya bulanan sekitar 230 x 1700 = Rp. 391.000,-
00.32 | 2 komentar

Creating And Fulfilling Commitments

Written By IMAGINATION on Sabtu, 13 Agustus 2011 | 02.37

The very core of our Circle of Influence is our ability to make and fulfill commitments and promises. Commitments we make to ourselves and others, and our integrity on that commitment, is the essence and clearest manifestation of our proactivity.

This is also the core of our growth. Through the grace of the human form of self-awareness and conscience, we become aware of areas of weakness, areas for improvement, areas that can develop the talent, the region needs to be changed or removed from our lives. Then, when we recognize and use your imagination and our free will to act on that awareness - making appointments, setting goals, and faithful to the promises and goals were - we build strength of character, which allows all the other positive things in our lives.

Here we find two ways to make ourselves the direct control of our lives. We can make an appointment - and fulfill it. Or we can set a goal - and try to achieve it. When we make and meet commitments, even though less commitment, we begin to enforce the integrity of the self that gives us a sense of self-control and courage and strength to accept more responsibility for our own lives. By making and keeping promises to yourself and others, little by little, our honor becomes greater than our moods.

The power to make and fulfill commitments to ourselves is the core of the development of effective basic customs. Knowledge, skills, and desire it's all in our control. We can train anywhere is to improve the balance of the three. As the field of the intersection becomes larger, the deeper we live the principles that form the basis of habit and create strength of character to move us in a balanced way toward improving the effectiveness of our lives.
02.37 | 1 komentar

Doing Good

Written By IMAGINATION on Rabu, 10 Agustus 2011 | 05.39

"Be kind (to others) as Allah has done unto you, and do not do mischief on earth. Allah loves not those who do mischief. "(Al-Qasas: 77)

Fish, though always in the brine in the sea for his life, never turned into salt. But man, just a year or two are in a life that many treasures, and immediately changed. There are changing attitudes, actions, and words that no longer reflects a man and a Muslim.

Among the human identity must behave humanity. Humanity behaves biased views of state behavior that is not greedy, do justice, and loving fellow human beings. Unlike the dog, which will drive the other dog if given a stack of food, although many in number.

If human identity combined with Muslim identity, it will be creating a complete human being. Life is not focused on the level of foraging, but already at a higher level, namely to uphold what is right and prevent the unjust. Finding food is just supporters to honor the truth in God's way.

In fish, the human bias to take lessons. Do not be due to differences in place of domicile, the difference in the amount of property, and the differences in position, causing loss of human identity and Muslim identity.
05.39 | 0 komentar

Insolvent

Written By IMAGINATION on Selasa, 09 Agustus 2011 | 06.10

"Who is damaging the reputation or property of others, then apologize to him now, before dating the day where money did not sell anymore. If he has good deeds, sebahagiannya will be taken, in accordance with the levels of mayhem that has been done. If he does not have good deeds, the sins of others were taken and added to his sin. "(Narrated by Bukhari)

Influenced by the promise of those who are pursuing the position, we sebahagian yelling at each other with each other. Though not necessarily the person who promised it would do as he promised, if elected. While we already hostile. What's worse, we become people who are bankrupt.

Although the holy month of Ramadan is provided double the reward, there might occur deficit for sebahagian people. People like this are so called because the reward is eroded or bankruptcy. It happened because of their own behavior.

The Prophet once explained about how mean people who go bankrupt. He said, people who go bankrupt from among his people is the people who come on the Day of Resurrection with practice, practice praying, fasting, and zakta. But at the same time he was also dating a man who never berate others, accusing others, eating someone else's property, drain the blood of others, hitting others. So these people will be given a reward which he is. When all the kindness gone before she could redeem it, then their sins will be upon him. Then he will be cast into hell fire (Narrated by Muslim).
06.10 | 0 komentar

Lame

"Science is more special than a treasure for science to explain the liver, whereas the bias property damage the liver" (Ali ibn Abi Talib)

Many dangerous disputes between fellow human beings and other serious crimes upon the rich is not driven by science, but by property benda.kenyataan confirmed what Ali ibn Abi Talib said that rich people a lot of enemies, while the men of knowledge will have lots of friends. Studies have always maintain that, while the property require the owner to keep the day and night. However, humans are more likely to spicy themselves in the pursuit of wealth rather than mengehar science.

As a result of human timpangnya seek knowledge and property, the community formed becomes unbalanced. Communities often measure a person's success is based on his property. Not a few who think someone has not been successful if not have many possessions, although it has a lot of knowledge. And maintaining this presumption, recognized or not, has encouraged many people to come racing to pursue wealth. Not a few of them achieved in ways that are prohibited from God. At the same spirit of seeking knowledge to continue to slacken.

Further result is the birth of many generations whose heart is broken. Namely generations miser, takaburm-like splendor boast, belittle other people, and the like. Formed by the composition of the people of this generation will certainly be far from the expected most people, the people are good. Thus, there was clearly a perception gap between the expectations of society.
06.08 | 0 komentar

Circumcision practice

Written By IMAGINATION on Minggu, 07 Agustus 2011 | 13.10

"It is not someone who makes it into practice surges or detached from hell, including me, but solely because of the grace of God Almighty" (Narrated by Muslim)

The amount of reward that is provided in the month of Ramadan raises the urge to collect as much as possible. However, as much as much as any practice that is done, should not cause riya.

Especially if to make sure the heart must enter the surge with a collection practices. Therefore, enter the heaven of God's servant is a person because of God's grace. God's grace must be given to the pleases. Therefore, the duty of man is trying to get more loving care of God.

Qudsi following hadith explains how to get more loving care of God. God said, "You shall do as much, many rituals of circumcision so that I fell in love with you." Thus, practice-practice circumcision should not be ignored because it is so important meaning. Hence, for those who know it, ignore it taka. In fact, rituals like circumcision performed devotions compulsory.

According to scholars, the practice is a measure tungginya circumcise one's love slave to God. Because, if the acts of worship that must be done, it is an obligation that if left would sin.

While worship circumcision, no sin if abandoned, but only loved by the people who have a love for God. Therefore, the fair gets the love of God for people who always carry out the rituals of circumcision.
13.10 | 0 komentar

Stand Firm

"O Allah, teach me an address so I should not say to others. Messenger s.a.w. answered, "say 'I believe in God, then shall you stand firm." (Narrated by Muslim).

Stand firmly upon faith not able to take care of all people. But so important beristiqamah or keeps having faith. Moreover, the tides have faith bias at any time. Even the tide of faith is often experienced after they work hard in order to install (faith) during the month of Ramadan.

Of course very risky for people who live in faith receded or even no faith. Because, not impossible in the current term is so inviting. Until the Lord is reminding the holy Quran that do not die except a believer or a Muslim.

While this is clearly noted, people were given the opportunity to choose to die a believer or not. Not some of us are unable to control his life, and eventually found himself die without faith. The evidence, not everyone is able to act straight or live according to the demands of faith. Night and believe the day has changed.
13.08 | 1 komentar

Kata-kata Mutiara dari Temanku

Written By IMAGINATION on Kamis, 04 Agustus 2011 | 07.47

Rasulullah brsbda: "Tdk ada 1 pun dr klelahn, pnyakit, kdukaan, ksedihn, gngguan & ksusahn yg mnimpa seorg muslim, bahkn duri yg mngenai drinya, kcuali dr sbb itu, Allah akn mnghpus ksalahn2nya" (Muttafaq 'alaihi). Sahabtku, Ktka hal2 diats trjd, kt "sabar, tdk kluhkesah, ikhlas, tawakal" krn yakinlah ampunn Allah SWT SAngat luas n RAHMATNya melebihi Dosa2 yg kita lakukan, SMg Allah SLalu beserta kita..

********

Mw bgi buah2an nih bwt bekal, baik dikonsumsi tiap hari:
-apel (ayo plajari al-qur'an)
-strawberry (slalu taat & rjn memberi)
-jeruk (jgn berbwt buruk)
-pisang (pantang iri, sombong & angkuh)
-anggur (anggota gemar bersyukur)
-jambu (jg iman dlm qalbu)
-tomat (bertobat & tdk maksiat)
-talas (tdk ada kata mls)
-mentimun (menuntut ilmu tdk banyk mlamun)

Ayo sama2 kita konsumsi tiap hr spy iman qt tetap sehat, sambil blajar.. :)

********

Ada tebkan nih, Ayo coba tebak!
Kata apakah ini..???'
:)Terd!ri dari 6 huruf, panggilan tuk 0rg yg lebih tua, jika di kurangi satu huruf t'akhir panggilan tuk remaja, jika di kurangi dua huruf t'akhir berada di toko, jika di kurangi tiga huruf t'akhir berada di dpn pintu.
Ayo apa ayo :)

********

_   Kenanglah
" TEMAN" slma hdup mu..
_   Simpnlah
"KAWAN" dlm hati mu..
_  Hadirkan
"KEKASIH" dlm khyal mu..
_   Mimpikan
"PACAR" dlm tdur mu..
"Tapi..
 jangn prnah
- lupakan
   "SAHABAT"
Seumur hdup mu..
  Pganglah
     kayu
 walaupun
    Rapuh..
INGAT LAH AKU WALAU PUN JAUH.
Wlw kt tk b'sma lg !! *(~_~)*

********

Disini aku terbayang kau yang tlah pergi
lewati hari tanpamu yang tak terasa berganti
ooo ooooo
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
kini hati tlah tertutup tak ingin kau hadir lagi
harapanku tlah menghilang
dan tak mungkin ku mengulang
untuk hatimu

reff:
sadari hati apa yang tlah kau lakukan dan ku korbankan
tlah kau hancurkan hati yang slalu mengharapkanmu disisiku
selamanya

hapus sudah airmata tak mungkin aku bertahan
sejuta rasa kau beri tak akan aku kembali pada dirimu

back to reff

putus sudah kisah ini
07.47 | 1 komentar

Fungsi Awal Nge-blog Itu Untuk Berbagi

Written By IMAGINATION on Rabu, 03 Agustus 2011 | 08.53

Ternyata masih banyak juga yang awam mengenai blogging, saya juga gx tau kenapa, tapi itu gx penting, yang terpenting sekarang kita akan bahas apa tujuan seseorang itu nge-blog. Nah, ketika kita mendaftarkan blogger, ataupun wordpress dan sejenisnya, maka tanamkan dulu dalam diri kita, saya memiliki blog ini untuk dapat berbagi ke teman-teman saya yang berkunjung ke blog ini, ketika tujuan kita itu, maka senantiasa hati kita akan tergerak untuk memberikan yang terbaik kepada pengunjung halaman blog kita, layaknya seorang tamu yang berkunjung ke rumah, pastinya akan kita sambut dengan senang hati.
Memang tujuan akhir rata-rata orang blog itu akan menjadi suatu media bisnis, karena memang yang namanya ekonomi di dunia ini akan terus berkembang, apalagi di tambah dengan kemajuan teknologi yang canggih, sangat mendorong faktor ekonomi di sebuah media maupun itu dunia maya.
Ni dia bias di baca dan di teliti lagi seorang pakar mengatakan tentang Blogging
Berikut adalah 5 mindset blogger SUKSES yang perlu anda miliki:

1. Utamakan Pengunjung bukannya uang.
Apa alasan anda ngeblog? apakah untuk mendatangkan uang? atau untuk sarana berbagi
kepada pengunjung blog anda?
Ternyata, blogger yang sukses, mereka memiliki motivasi awal ngeblog untuk membagikan
banyak hal positif yang mereka pelajari. Mereka senang berbagi, mereka senang sharing. Dan
uang akan mengikuti.
Prinsip memberi dulu baru menerima sangat tepat bila digunakan sebagai motivasi anda
ngeblog.

2. Blogging adalah bisnis.
Nah walaupun motivasi kita adalah untuk berbagi, namun pada kenyataannya blog juga adalah
sebuah media bisnis. Jika kita hanya menganggapnya sebagai sebuah hobi, maka lama
kelamaan kita akan bosan, karena blog tidak menghasilkan sebagaimana mestinya.
Di satu sisi, blog adalah alat yang luarbiasa untuk berkomunikasi dan promosi. Blog juga cara
yang baik untuk membangun images atau citra.

3. Kreatif.
Anda bisa menuangkan kreativitas anda lewat ngeblog. Anda bisa menuliskan banyak hal unik,
dan hanya milik anda semata-mata. Isi yang unik akan membuat blog anda berbeda dan
menarik. Galilah ide-ide kreatif anda dan jadilah diri anda sendiri...blog anda akan menjadi
ramai karenanya.

4. Bermental Positif.
Blogger sukses juga adalah seorang yang positif. Karena dalam postingan blog orang
mengharapkan suatu sudut pandang yang penuh semangat, harapan dan kegembiraan. Sebagai
blogger yang baik, kita harus menulis sesuatu yang menarik dan menyenangkan untuk dibaca.
Kita harus menyiarkan hal-hal yang positif selalu. Karena hal negatif akan menular dan orang
lain dapat menjauhi blog yang selalu berisi kritikan atau umpatan.
Ngebloglah hal-hal yang positif.

5. Suka berkomunikasi dan memberi
Maksudnya disini, blogger sukses adalah mereka yang terbuka, tulus dan suka membagikan
apa yang mereka ketahui kepada orang lain. Dengan cara seperti ini, orang dapat menilai
seperti apa karakter dari pemilik blog. Mereka biasanya suka mengajarkan sesuatu yang
mereka ketahui. Sikap seperti ini akan membuat mereka disegani dan disukai. Mereka juga
akan tampak sebagai ahli dibidangnya, yang pada gilirannya akan membuat pengunjung
percaya pada apapun yang direkomendasikannya.
08.53 | 0 komentar

Puasa Paling Khusus

Written By IMAGINATION on Jumat, 29 Juli 2011 | 21.12

Berdasarkan riwayat, puasa setidaknya dibagi dalam tiga kategori. Yaitu, puasa orang awam, puasa oraang khusus serta puasa orang yang paling khusus. Untuk kategori pertama, puasa ini adalah sekedar menahan lapar dan dahaga. Artinya, meski tidak memberikan manfaat yang sanagt besar, namun puasa jenis ini sudah bias dinilai cukup karena telah menunaikan kewajiban serta ganjaran terbebas dari azab.

Puasa kedua adalah puasa khusus, yakni selain menahan lapar dan dahaga, orang ini juga menjaga pandangan, lisan kaki, badan serta semua indranya juga berpuasa dari berbuat maksiat kepada Allah SWT, baik secara sembunyi ataupun terang –terangan. Bagi yang mampu berjihad untuk jenis puasa ini maka mereka dijanjikan ganjaran yang berlipat dan tak terhingga.

Sementara kategori puasa yang ketiga adalah puasa paling khusus yang kemungkinan besar hanya mampu dijalankan oleh orang khusus pula. Mereka bukan lagi berpuasa hanya sekedar menahan lapar, dahaga serta puasanya anggota tubuh, tapi sudah pada tahapan menjaga dirinya dari kesibukan memikirkan dunia. Itulah puasa bagi orang yang telah melampaui ikatan ruang dan waktu. Dimana seluruh hidup dan kehidupannya tiada lain kecuali Allah semata.

Dari ketiga kategori tersebut, tiada seorang pun yang dapat menilai kecuali Allah dan diri kita sendiri terhadap kualitas puasa kita masing-masing. Walaupun secara rendah hati kita sering menggolangkan diri kita sebagai orang awam, bukan berarti kita harus memilih golongan pertama. Justru kita dianjurkan berjihad untuk menjadi orang yang puasanya paling khusus.

Kondisi ini hamper sama dengan pengelompokan orang –orang yang beribadah oleh pintu ilmu Nabi, Ali bin Abi Thalib. Ali membedakan ibadah manusia kepada tiga kelas, yakni ibadah orang budak, ibadah pedagang serta ibadah orang merdeka. Ibadah budak karena patuh totalitas kepada Allah, sebab tidak ada jalan lain selain itu, laksana patuhnya budak terhadap tuannya. Sedang ibadah pedagang lebih melihat kepada untung rugi. Artinya, dengan ibadah ia mendapat untung berupa surge, sedang ingkar merugi dengan neraka sebagai akibatnya.

Jenis ibadah yang paling tinggi justru ibadahnya orang merdeka. Sebab, ibadah jenis ini tidak lagi terikat pada ketakutan neraka atau rindukan surge. Tapi seperti  kata Ali bin Abi Thalib, ibadah orang merdeka adalah ibadah kepada Allah karena memang Allahlah yang paling layak disembah. Selamat memilih dan selamat berpuasa.
21.12 | 0 komentar

Maksiat

“Janganlah engkau memandang kecilnya dosa, tetapi pandanglah Zat yang agung yang engkau maksiati” (Bilal bin Sa’d)
Maksiat memang kerap menghiasi hari-hari manusia di muka bumi ini. Sebagian orang berusaha untuk mengekang dari melakukannya dan bahkan mencegahnya. Sebahagian yang lain bahkan bukan hanya berbuat maksiat kepada dirinya, tetapi juga kepada orang lain. Namun yang perlu diingat, baik berbuat maksiat kepada diri sendiri maupun orang lain bukan tidak mempunyai hubungan dengan Allah. Bahkan hubungannya erat dan tak bias dipisahkan.

Menghargai diri sendiri dan orang lain dengan tidak berbuat maksiat sama artinya menghargai ciptaan Allah. Sebab, tidak ada yang menciptakan manusia, baik diri kita sendiri maupun orang lain, kecuali Allah semata. Makanya bagi orang-orang beriman, akan senantiasa menghindari diri dari melakukan maksiat, sebagai bentuk penghargaannya ynag tinggi terhadap ciptaan Allah.

Dengan demikian, yang suka berbuat maksiat termasuk orang –orang yang tidak menghargai ciptaan Allah. Makanya wajar bila orang-orang seperti itu tidak diterima shalatnya. Sabda Nabi saw di antara sepuluh macam orang yang shalatnya tidak diterima Allah ialah orang yang shalatnya tidak menahannyadari perbuatan yang keji dan mungkar. Selanjutnya Hasan ra mengatakan bahwa siapapun yang shalatnya tidak dapat menahannya dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia dianggap orang yang tidak mengerjakan shalat. Dan pada hari kiamat nanti, shalatnya akan dilempar semua ke mukanya.
21.11 | 0 komentar

Stats

free counters
My Popularity (by popuri.us)
Check Google Page Rank

Sahabat

ShoutMix


ShoutMix chat widget